Contoh Surat Perjanjian

Di dunia bisnis surat menyurat merupakan salah satu komponen penting, sehingga kegiatan ini sangat di butuhkan untuk melakukan berbagai hal seperti perjanjian ataupun kesepakatan antara kedua belah pihak yang mengharuskan memiliki bukti hitam di atas putih yang mengikat kuat secara hukum.

Oleh karena itu surat perjanjian ini sangat lah di butuhkan baik perorangan maupun kelompok, dalam surat menyurat pun juga memiliki berbagai macam tergantung untuk bermacam kebutuhan, adapun beberapa contohnya antara lain sebagai berikut.

  1. Surat Perjanjian Dalam Jual Beli Tanah

Dalam hal transaksi jual beli tanah biasanya secara umum menggunakan surat perjanjian agar bisa bersifat resmi dan jika ada kekeliruan di kemudian hari tentu saja bisa lebih mudah dalam menyelesaikannya. Bisa dibilang adanya surat perjanjian ini masuk dalam kategori bukti transaksi jual beli.

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                   : Umi rosidah
Umur                    : 25 Tahun
Pekerjaan            : Editor
Alamat                 : Jl. Kapuas No. 12, Jakarta Barat

Atau disebut Pihak Pertama (penjual)

Nama                   : Denni Sunaryo
Umur                    : 30 Tahun
Pekerjaan            : Human Resources Development
Alamat : Jl. Cikini Raya No. 80, Menteng, Kota Jakarta Pusat

Untuk setelahnya disebut Pihak Kedua (pembeli)

Pada tanggal 8 Januari 2016 Pihak Pertama telah menjual, melepas secara mutlak sebidang tanah seluas 500 M2 di Jl Cikini Raya No 80, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Berikut sebuah bangunan yang berada di atas tanah tersebut kepada Pihak Kedua dengan harga tunai Rp 400.000.000,- (Empat ratus juta rupiah). Pembayaran dilaksanakan di hadapan saksi-saksi dengan tunai.

Bangunan terdiri dari:

Ukuran panjang dan lebar : 500 M2
Atap                     :  Asbes
Dinding : Tembok
Lantai                   : Keramik

Maka, sejak tanggal 8 Januari 2016, tanah bangunan tersebut telah menjadi hak milik Pihak Kedua. Saat waktu pelaksanaan jual-beli tanah ini, baik Pihak Pertama (penjual) maupun Pihak Kedua (pembeli) serta para saksi meyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat dan segala sesuatu dengan maksud baik.

Demikian, setelah keterangan isi surat jual beli ini dipahami oleh kedua pihak, serta saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai awal proses pemindahan hak milik Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Jakarta, 8 Januari 2016

 

Pihak Pertama,                                                                                                                Pihak Kedua,

 

Umi rosidah                                                                                                                                   Denni Sunaryo

  1. Surat Perjanjian Dalam Pekerjaan

Tidak hanya dalam transaksi jual beli, surat perjanjian biasanya secara umum digunakan juga sebagai salah satu bentuk perjanjian dalam dunai pekerjaan di sebuah perusahan tempat bekerja. Berikut ini contohnya!

Surat Perjanjian Pekerjaan

Yang bertanda tang dibawah ini:

Nama                   : Doni sunardi
Pekerjaan            : Direktur  PT. Sentosa Jaya
untuk selanjutnya disebut pihak pertama

Nama                   : Angga prayitno
Pekerjaan            : Direktur PT. Mulya Sejati
untuk berikutnya disebut pihak kedua

Kedua belah pihak dengan ini sepakat untuk melaksanakan proyek pembangunan dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

Pelaksanaan kesepakatan ini diadakan untuk jangka waktu 3 bulan terhitung mulai tanggal 10 Juli 2018 sampai dengan 10 Oktober 2018. Jika pekerjaan tidak selesai tepat waktu, maka pihak kedua bersedia memberikan ganti rugi berupa penyelesaian pekerjaan tanpa biaya tambahan.

Pasal 2

Pelaksanaan tender ini meliputi pemasangan rangka atap baja ringan kanal C serta pemasangan atap Mahaline dengan harga masing-masing Rp200.000,00 (Dua ratus ribu rupiah)/m2 dan Rp80.000,00 (Delapan puluh ribu rupiah)/m2 untuk pembangunan rumah di Jalan Raya Kebayoan Lama No. 30, seluas 5`00 m2.

Pasal 3

Kedua belah pihak telah memilih tempat kediaman hukum (domisili) yang tetap dan umum tentang segala akibat yang mungkin timbul dari surat kesepakatan tender ini di kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta.

Pasal 4

Pihak kedua dilarang untuk melimpahkan pekerjaan ini kepada pihak ketiga tanpa izin dari pihak pertama. Jika hal ini terjadi maka hubungan kerjasama ini dianggap selesai.

Pasal Penutup

Demikian surat kesepakatan tender ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap dua, yang keduanya memiliki kekuatan hukum yang sama.

Jakarta, 10 Juli 2018

Pihak Pertama,                                                                                                                   Pihak Kedua,

 

Doni sunardi                                                                                                                                   Angga prayitno

 

  1. Surat Perjanjian Dalam Utang-Piutang

Dalam hal pijam meminjam atau hutang piutang tentu saja menggunakan surat perjanjian sebagai salah satu bentuk bukti melakukan proses transaksi tersebut. Berikut ini perjanjian hutang piutang yang biasa digunakan!

Surat Perjanjian Utang

Hari ini, Selasa, 7 Maret 2017, kami yang membubuhkan tanda tangan di bawah ini sepakat mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:

Nama                   : Rosyidah
Pekerjaan            : PNS
NIK                        : 01987502
Alamat                 : Jl. Kembang Raya No.20 A, RT.7/RW.6, Kota Jakarta Pusat

Untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama                   : Diana
Pekerjaan            : PNS
NIK                        : 77896301
Alamat                 : Jl. Kembang Raya No.30 A, RT.8/RW.6, Kota Jakarta Pusat

Atau untuk berikutnya disebut Pihak Kedua

Melalui surat perjanjian ini disepakati bahwa:
PIHAK PERTAMA telah menerima pinjaman berupa uang tunai sebesar Rp200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA telah setuju untuk memberikan barang jaminan berupa Sertifikat Rumah di Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.18 A, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dianggap bernilai setara dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA bersedia membayar semua uang yang dipinjam KEPADA PIHAK KEDUA dengan batas waktu selama 12 (Dua belas) bulan, terhitung dari disepakati dan ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.

Jika ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi utang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki kuasa penuh atas harta yang menjadi jaminan, baik untuk dimiliki pribadi atau untuk dijual.

Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua pihak dengan sadar tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun di Jakarta pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikian isi surat perjanjian utang-piutang ini yang dibuat bersama di depan para saksi, untuk digunakan sebagai landasan hukum bagi masing-masing pihak.

Jakarta, 7 Maret 2017

Pihak Pertama,                                                                                                                   Pihak Kedua,

 

Rosyidah                                                                                                                                                     Diana

 

Surat perjanjian termasuk salah satu bentuk surat resmi dan digunakan sebagaimana kebutuhan dari surat menyurat tersebut. Surat perjanjian pada dasarnya masuk dalam kategori surat resmi dan bisa menjadi salah satu acuan penting yang digunakan oleh berbagai pihak dalam melakukan kegiatan transaksi jual beli, kontrak kerja dan lain sebagainya.

Dengan adanya surat perjanjian maka jika di kemudian hari ada kesalah pahaman dan kekeliruan maka akan lebih mudah untuk meluruskan semua hal. Oleh karena itu surat perjanjian harus di buat sebaik mungkin dan harus lebih detail agar tidak ada kesalah pahaman. Jika surat perjanjian kurang tepat maka hal ini bisa dianggap tidak resmi. Untuk itu pahami  bagaimana surat perjanjian yang benar.

You May Also Like

About the Author: admin