Pengertian, Fungsi, Cara Penulisan Dan Contoh Catatan Kaki

Catatan kaki bukan ditulis pada kaki atau jejak, melainkan ditulis pada akhir pembahasan dalam sebuah tulisan atau teks. Catatan kaki biasanya digunakan pada sebuah karya ilmiah. Bentuk catatan ini pada umumnya terdapat dalam keterangan yang ditambah pada bagian bawah halaman atau pada lembar terakhir bab keterangan ilmiah. Ada banyak contoh catatan kaki yang bisa digunakan untuk menjelaskan dan menerangkan pada kutipan itu darimana didapatkan.

Dalam catatan kaki tentu saja menjelaskan untuk setiap kutipan diambil dari sebuah sumber. Catatan kaki tentu saja hampir mirip dengan penulisan daftar pustaka. Kemudian maksudnya juga tentu sama sama untuk menjelaskan mengenai sumber kutipan yang kamu ambil.

Mencantumkan sumber dalam sebuah kutipan memang sangat penting dilakukan sebagai bentuk untuk menghindari pelanggaran hak cipta karya orang lain. Jika mengambil kutipan orang lain tanpa mencantumkan sumber maka hal ini menjadi salah satu hal yang melanggar dan sebaiknya jang kamu lakukan.

Pengertian Catatan Kaki

Catatan kaki merupakan daftar keterangan khusus yang ditempatkan pada bagian bawah, di setiap lembar atau di akhir bab keterangan ilmiah. Catatan kaki digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar. Fungsi catatan kaki berperan sebagai sarana menerangkan sumber kutipan atau sebagai pedoman dalam penulisan daftar bacaan.

Dalam membuat catatan kaki akan dijelaskan darimana sumber sebuah asal kutipan, baik itu kutipan langsung atau kutipan tidak langsung. Dalam teks catatan kaki pasti akan ditandai dengan nomor. Pada nomor tersebut akan terkait langsung dengan keterangan yang ada di catatan kaki.

Catatan kaki dibuat untuk menyusun sebuah pembuktian karya tulisan dan berbagai ungkapan dalam menyatakan terimakasih kepada pengarang yang dikutip pendapatnya, ataupun dalam menyampaikan keterangan tambahan. Tujuan lainnya pembuatan catatan kaki yaitu :

  • Catatan kaki bisa memperkuat uraian keterangan, intisari dalam menulis keterangan insidential materi penjelas yang kurang penting
  • Adanya catatan kaki bisa memperbaiki pandangan yang tertahan
  • Catatan kaki bertujuan untuk merujuk pada bagian teks lain seperti uraian di halaman lainnya baik sebelum atau sesudah

Fungsi Catatan Kaki

Penggunaan catatan kaki bisa ditempatkan pada contoh makalah atau karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan yang lainnya. Atau catatan kaki juga sering digunakan sebagai keterangan dalam suatu referensi yang ditempatkan pada lembar akhir sebuah tulisan ataupun teks karya ilmiah. Beberapa fungsi catatan kaki diantaranya :

  1. Catatan kaki berfungsi untuk memberikan sebuah keterangan serta penjelasan, mengenai kutipan penyusun serta daftar bacaan. Dengan adanya teks catatan kaki ini diharapkan bisa dimengerti dengan mudah oleh para pembaca.
  2. Fungsi catatan kaki yang kedua yaitu untuk menghargai darimana kutipan yang didapat. Dengan begitu para pembaca karya ilmiah bisa lebih mudah mengetahui sumber kutipan di dapatkan.
  3. Fungsi catatan kaki selanjutnya, untuk menunjukkan referensi atau rujukan. Dengan adanya catatan kaki, diharapkan supaya pembaca karya ilmiah tersebut dapat mengerti dan mengetahui. Ulasan yang lebih jelas mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan.

Nah, itu merupakan beberapa fungsi da kegunaan dari adanya catatan kaki dalam sebuah penyusunan karya tulis semisal buku atau karya tulis lainnya. Dengan adanya catatan kaki maka pembaca akan mengetahui sumber utama kutipan dalam tulisan tersebut.

Cara Menulis Catatan Kaki Yang Baik Dan Benar

Penulisan catatan kaki tidak boleh dilakukan sembarangan. Berikut ini beberapa cara menulis catatan kaki yang baik dan benar.

  1. Memisahkan antara catatan kaki dengan garis sepanjang 14 karakter dan margin kiri dengan spasi 4 dari teks.
  2. Menggunakan satu spasi.
  3. Memberikan nomor dari setiap bab dan judul dalam penulisan.
  4. Memberi nomor catatan kaki dengan jarak 6 karakter dari sebelah kiri.
  5. Memberi jarak atau spasi yang sama antara catatan kaki yang pertama dengan catatan kaki yang kedua dan catatan kaki selanjutnya.
  6. Dalam penulisan baris terakhir catatan kaki berjarak 3 cm dimulai dari bagian bawah.
  7. Untuk keterangan yang sama dan berurutan ditulis dengan kata ibid.
  8. Jika penulisan tidak berurutan maka tulis op. cit. lih.
  9. Penulisan nama pengarang tidak perlu dibalik.
  10. Dalam penulisan nama pengarang dua atau tiga orang maka ditulis semua.
  11. Jika pengarang ada tiga maka hanya ditulis pengarang pertama lalu kata yang lainnya.
  12. Pangkat atau gelar tidak perlu ditulis dalam nama pengarang.
  13. Judul buku perlu dicetak miring atau ditebal jika diketik.

Contoh Catatan Kaki 1-3 Pengarang

Jika catatan kaki yang ditulis pada buku pengarangnya sampai tiga orang, maka penulisan yang benar dalam pembuatan catatan kaki sebagai berikut.

  • Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hlm9.
  • Abdul Khalik, Rapi Armad, Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009) hlm 25.

Contoh Catatan Kaki Lebih Dari 4 Pengarang

Contoh penulisan catatan kaki jika referensi yang baik dan benar jika buku ditulis lebih dari empat pengarang sebagai berikut.

  • Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008) hlm 47.

Contoh Catatan Kaki Dari Artikel Terbitan

  • Gemar Berkarya Hatta, “Rekam Kesehatan dan Medis (Medical Records) dalam kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 28, Juni 1988 (Surabaya: ANRI, 1988) hlm.7.

Contoh Catatan Kaki Dari Internet

Contoh Catatan Kaki Dari Buku

  • Budi Sumarno, Penyusutan Arsip Nasional dalam Manajemen Kearsipan (Bandung: Pustaka Sinar Terang, 1997) hlm.15.

Contoh Catatan Kaki Dari Terbitan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyusutan Arsip, pasal 9

Contoh Catatan Kaki Untuk Karya Ilmiah

  • Jaki Handayani dkk, “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke Desentralisasi di PT. Seni Barokah”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Kesenian, UGM, 2000, hlm. 31.

Contoh Catatan Kaki Dari Terbitan Organisasi

Jika sumber catatan kaki didapatkan dari terbitan organisasi, maka penulisannya yang benar dan tepat untuk diketahui yaitu :

  • Developing and Operating a Records retention Programmer, ARMA, 1999, hlm. 72.

Contoh Catatan Kaki Melalui Lisan

  • Wawancara dengan Budi Utomo, tanggal 12 April 2008 di Kantor

Dalam penulisan catatan kaki tentu saja memiliki format yang berbeda beda sesuai dengan sumber yang diambil. Dalam hal ini pembuatan catatan kaki harus sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. Jangan sampai penysunan catatan kaki asal asalan.

Buat catata kaki berdasarkan pada contoh catatan kaki yang sesuai dengan aturan. Dengan begitu maka catatan kaki akan memberikan penjelasan mengenai sumber asal dari sebuah tulisan atau kutipan yang diambil dalam membuat karya ilmiah tersebut.

You May Also Like

About the Author: admin